Blognya Adit38

November 8, 2008

Lucu Juga Ya Mahasiswa Matematika

Diarsipkan di bawah: Dear Diary, Matematika — adit38 @ 03:03
Tags: , ,

Coba deh Liat gimana kerjaan mahasiswa Matematika Semester 6 yang saya ajar…., lucu-lucu deh jawabannya

Meherankan deh mereka bisa Lulus SMA, apalagi bisa hingga semester 6 di jurusan matematika, perhatikan tulisan mereka yang saya kotaki ato lingkari….

Pendidik indonesia mesti lebih serius dalam mengajar nampaknya…..

 

 



 

 

25 Tanggapan »

  1. saya (kebetulan pernah mengajar) juga sering ‘dikecewakan’ oleh anak didik yang kacau-balau serupa itu. saya berkesimpulan ada ketidakberesan kronis di pendidikan dasar-menengah kita secara umum. padahal di sisi lain kita sering mengumbar kesombongan dengan sistem cbsa, kurukulum basis kompetensi, kelas akselerasi, kelas internasional, dst..dst.., kemanakah hasil semua ini. mungkin ada tapi hanya segelintir orang saja. artinya kita sedang menciptakan kesenjangan? yang pntar jadi sangat pintar sementara yang ‘bongak’ tambah gak tau apa-apa. mungkin, tapi semoga jangan. he..he..

    Comment oleh littleM@N — November 10, 2008 @ 04:04 | Balas

  2. keadaan seperti itu sering saya temui, dan kayaknya perlu dievaluasi lagi sistem pendidikan dasar di negeri ini. kalau sebelumnya kita begitu bangga dengan begitu banyaknya materi yang sudah diberikan pada tingkat sekolah dasar dan menengah, kayaknya perlu dipertanyakan lagi apakah perlu kita berikan begitu banyak materi sementara penguasaan/pemahamannya setengah-setengah?
    atau mungkin juga kejadian-kejadian seperti itu bukan karena ketidakpahaman si mahasiswa, bisa jadi mahasiswanya terlalu stress menghadapi ujian sehingga pada saat ujian menyelesaikan hal yang mudah saja dia salah, atau mungkin tidak teliti. semoga aja demikian.

    Comment oleh ika_wikan — November 11, 2008 @ 02:01 | Balas

  3. @ika_wikan
    Ya mudahan saja karena tertekan jadi mahasiswa grogi, cuma kejadiannya tiap semester dan saat sy suruh mengerjakan di depan kelas jg sering kejadian mereka tidak bs menjumlahkan pecahan.
    Miris hati juga menerima kenyataan seperti itu.

    Comment oleh adit38 — November 11, 2008 @ 10:51 | Balas

  4. @littleM@N
    ya mudahan saja pemerintah memang serius

    Comment oleh adit38 — November 11, 2008 @ 10:52 | Balas

  5. Mau komentar bukan tentang matematikanya, gpp kan?

    Mmm… saya pikir, dalam mempublikasikan sesuatu, kita perlu sopan santun.

    Walau di sini nama sudah tidak ditampilakn, tetapi nomor induk mahasiswa masih tampak (ini akan menyakitkan hati sang mahasiswa/mahasiswi yang bersangkutan.). Dan ini, saya pikir bila dilihat dalam konteks mendidik tidak baik.

    Selain itu, nama institusi tampak sangat jelas. Ini sangat berbahaya. Khawatir nanti sang penulis blog ini dianggap mencemarkan nama institusi. Jadi, saya pikir, segeralah diperbaiki. (Maaf ini sekedar komentar).

    Comment oleh mathematicse — November 17, 2008 @ 02:50 | Balas

  6. Oh terima kasih atas sarannya kang jupri….
    Saya coba untuk memperbaikinya dalam beberapa hari kedepan.

    Comment oleh adit38 — November 17, 2008 @ 02:54 | Balas

  7. saya pernah ngasih les privat ke seorang anak kels 3 SMA dalam rangka menghadapi UAN, dan yang bilin saya geleng2, tuh anak GAK hapal perkalian, saya tanya berapa 7 x 8, dia malah cengengesan dan dia juga gak bisa nyelesaikan aljabar yang sederhana, saya tanya jika 3a+10=16, berapa a? dia gak bisa jawab.
    saya gak tau nasibnya lulus UAN atau gak tapi kalo dia lulus saya bakal tambah geleng-geleng :)

    Comment oleh Aria Turns — November 17, 2008 @ 08:49 | Balas

  8. Nah itu mahasiswaku lebih keren lagi, ga bisa ngitung penjumlahan pecahan tapi bisa lolos sampai semester 6 di jurusan matematika……, mereka calon guru matematika lagi…, udah saya kasi E sih, tapi ga tau kalo dia ngulang ma dosen lain

    Comment oleh adit38 — November 17, 2008 @ 09:22 | Balas

  9. mungkin waktu ujian pada tegang kali ya, jadi pada ngaco ngitungnya..apalagi liat nama mata kuliahnya Analisis Real (baru liat judul mata kuliah nya aja udah bikin sakit perut :P ), walau mungkin soalnya tidak sesusah yang dibayangkan, tapi karena dah grogi duluan jadi ngaco semua mikirnya…Salah satu pesan moral yang bisa diambil adalah: Jangan panik dalam situasi apapun :)

    Kalo waktu di depan kelas juga masih ngaco, mungkin dah takut dulu sama dosennya, dosennya serem mungkin pas ngajar..hehehe..peace mas adit :)

    Jangankan anak S1, saya pernah diceritain (mantan) dosen saya dulu, katane mahasiswanya anak S2 matematika aja kadang bikin perhitungan yang ngaco kok waktu ujian..

    Comment oleh winky — November 17, 2008 @ 18:57 | Balas

  10. Mmm, bersikap arif adalah solusinya..^_^

    Comment oleh Hasan eL kyubi — November 26, 2008 @ 01:21 | Balas

  11. Segitu parahnya… Gw sungguh terkejut lho kalo mahasiswa semester 6 seperti itu… Gw suka banget dengan pelajaran matematika… Malah bagi gw, matematika adalah pelajaran paling gampang… :)

    Adit, tau gw ga??? :) Guess me…

    Comment oleh spirit — Januari 21, 2009 @ 18:32 | Balas

  12. @spirit
    davidl bukan?

    Comment oleh adit38 — Januari 22, 2009 @ 06:54 | Balas

  13. wkwkwk… akhirnya ketauan juga deh… Kemana aja??? Udah pada nungguin tuh di forum… :) Cepet mampir sana…

    Sebenernya jiwa gw matematika, tp salah ngambil profesi. Jadi kerja gw bukan dibagian matematika… :(
    Gw masih senang ngajar kalo ada yang tanya2… tapi bukan buat komersil, just for fun doang… :)

    Comment oleh spirit — Januari 22, 2009 @ 19:23 | Balas

  14. mas, minta postingan yang ini ya. lucuuuu :D

    Comment oleh riezisme — Maret 30, 2009 @ 21:14 | Balas

    • Boleh

      Comment oleh adit38 — Maret 30, 2009 @ 22:05 | Balas

  15. ya… mask sech getu, terlalu berlebihan kali, menurut saya gak terlalu begitu dech, solalnya saya juga mahasiswa ikip mataram, tapi bukan jurusan matematika sech, tapi setidaknya mahasiswa matematika juga gak jauh beda dengan mahasiswa lainnya.
    menurut saya kegagalan mahasiswa tersebut lebih di sebabkan karena para dosen hanya menyampaikan silabus, materi, yang sifatnya masih abstrak, tanpa pernah mengevaluasi sebelumnnya seberapa jauh penguasaan mahasiswa terhadap materi prasyarat mata kuliah.

    Comment oleh anto — April 19, 2009 @ 12:50 | Balas

    • Masukkan yg baik, tp masa sih bisa salah pelajaran SD.
      Rasanya naif sekali kalo tidak bisa menjumlahkan pecahan trus itu tanggung jawab dosen.
      Tapi benar, ini cuma sebagian saja, tidak bisa menjadi ukuran.

      Comment oleh adit38 — April 19, 2009 @ 15:42 | Balas

  16. sabar dan arif pak, kan ada istilah diseleksia, disgraphia dan juga diskalkulia . . . .

    Comment oleh N Widiyarto — Juni 4, 2009 @ 10:09 | Balas

    • Terima kasih mas atas supportnya

      Comment oleh adit38 — Juni 4, 2009 @ 11:52 | Balas

  17. mantaf cooyy

    Comment oleh sulumits retsambew — Agustus 4, 2009 @ 23:47 | Balas

  18. Manusia ga ada yg sempurna om.

    Mungkin mahasiswanya terburu2 ngerjainnya karena waktu kurang.

    Ga perlu sampai dipajang di blog gini lah, itu kesalahan yang ga lucu.

    Anda sendiri juga ada salah tulis kok, saya baca ada tulisan “kemarel”, maksudnya apa? Anda lulus SD nyogok ya (^_^)v

    Comment oleh Shun — Agustus 26, 2009 @ 05:10 | Balas

    • Hehe…. Ada perbedaan salah hitung dan salah konsep, kalau mengerti penjumlahan pecahan, separah2nya dia mengerjakan ga mungkin langsung jumlah penyebut dg penyebut, pembilang dg pembilang, terima kasih dah mampir ya.

      Comment oleh adit38 — Agustus 26, 2009 @ 05:46 | Balas

  19. untunglah aku cuma seorang mantan mahasiswa

    Comment oleh airis — September 6, 2009 @ 15:07 | Balas

    • Selamat dah lulus ya mas

      Comment oleh adit38 — September 6, 2009 @ 21:07 | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan sebuah tanggapan

Blog pada WordPress.com.