Preview Satio:
1. First Look: Baca
2. Desain Satio: Baca
3. Tatap Muka Satio: Baca
4. Multimedia Satio: Baca
5. Kamera Satio: Baca
6. Kesimpulan: Baca
Media center
Media Center Satio adalah replika dari yang biasa kamu temukan di ponsel Sony Ericsson lainnya – sebuah media kontrol yang menarik dan nyaman untuk mengakses isi file multimedia di ponselmu.
Sony Ericsson memutuskan untuk meminimalkan shortcut Media (setidaknya pada prototype ini) dan cuma tampak 3 shortcut pada media center, yakni – Photo, Music dan Video.
![]()
Media center in dalam mode portrait dand landscape
Galeri Foto
Galeri foto jelas adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada dengan kemampuan kostumasi kemampuan dan fitur. Diantaranya: satu sentuhan ke foto terakhir yang kamu ampbil, tampilan timeline untuk fotomu beserta tag-nya.
Tags sangat berguna untuk memudahkanmu membuat album foto – satu foto bisa memiliki lebih dari satu tag, yang mana kamu tidak bisa lakukan pada folder.
Melihat foto-foto pada Satio sangat menyenangkan, terutama saat dalam mode fullscreen. Saat kamu bergerak ke foto sebelah, foto itu tidak muncul begitu saja tapi bergeser.
Menyentuh layar akan memunculkan semua pilihan yang ada – delete, edit, use as, assign to contact, slideshow, print tag, rotate, information, dan lain-lain.
Terdapat juga Pictures section, yang mana menyimpan semua gambar yang tidak diambil dari kamera Satio.
Walkman player
Sony Ericsson Satio hadir dengan Walkman music player beserta semua fitur dan eye-candy. Seperti menu media sebelumnya, accelerometer disini digunakan untuk rotasi otomatis tampilan.
Sejatinya music player Satio menawarkan langkah demi langkah menyaringlagu yang ingin kamu dengar. Tampilan “Now playing” sederhana tapi memberikan semua kontrol dan informasi. Lagu-lagu dikontrol dengan tonbol besar yang nyaman dibagian bawah. Dibagian atas adalah informasi lagu seperti album art, running time, track name, performer dan album.
![]()
Menu music • Walkman music player • homescreen
Anehnya Satio tidak menawarkan equalizers maupun visualisasi alternatif. Tapi kedua hal itu nampaknya akan ada pada versi final Satio.
Video player
Video player pada Sony Ericsson Satio memiliki keterbatasan fungsi dibandingkan yang kita temukan pada ponsel multimedia Sony Ericsson yang lain. Tanpa playback slow-motionmaupun kemampuan screenshot.
Kekecewaan terbesar adalah video player tidak mendukung DivX dan XviD – tapi apa mau dikata, LG dan Samsung jelas lebih baik dalam hal ini.
Kehilangan dukungan terhadap kodek populer berarti video perlu dikonvert dulu sebelum ditonton di layar lebar Satio yang luar biasa. Kami memperkirakan MediaGo akan memenuhi semua fungsi yang dilimitasi tadi.
Saat menonton sendiri di handset, Satio tidak gagal disini. High resolution, excellent image quality dan 16:9 aspect ratio bisa menggantikan kekecewaan tadi.






[...] Sony Ericsson Satio (bagian 4) [...]
Ping balik oleh Sony Ericsson Satio (bag.6) « Blognya Adit38 — Juni 22, 2009 @ 13:20 |
[...] Sony Ericsson Satio (bagian 4) [...]
Ping balik oleh Sony Ericsson Satio (bag 5) « Blognya Adit38 — Juni 22, 2009 @ 13:21 |
[...] Sony Ericsson Satio (bagian 4) [...]
Ping balik oleh Sony Ericsson Satio (bag.2) « Blognya Adit38 — Juni 22, 2009 @ 13:22 |
[...] Sony Ericsson Satio (bagian 4) [...]
Ping balik oleh Preview Sony Ericsson Satio (Idou) « Blognya Adit38 — Juni 22, 2009 @ 13:22 |
[...] Sony Ericsson Satio (bagian 4) [...]
Ping balik oleh Sony Ericsson Satio (bag. 3) « Blognya Adit38 — Juni 22, 2009 @ 13:24 |