Laskar Pelangi dimata Matematikawan


Telat nih bahasnya…, tapi gpp deh, iseng-iseng nulis saja.
Beberapa minggu lalu berkunjung ke Kuta Bali di Denpasar bersama istri untuk menikmati suasana disana, padahal pantai Kuta Lombok lebih indah IMO, tapi gapapa lah, kami sangat menikmati perjalanan kesana menaiki motor Yamaha Vega R kesayanganku yang telah menemaniku hampir 3 tahun belakangan ini…..

Di Simpang Siur (nama perlimaan di daerah Kuata Bali) kita bertemu echa, adikku, echa memaksa kita berdua untuk menonton film laskar pelangi di Galeria….
Karena dibelikan tiket kita tidak enak menolak, akhirnya kita menonton film yang sangat populer saat itu berkita. Film ini dan akhirnya memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak (sebelumnya dipegang oleh film Ada Apa Dengan Cinta).

Ternyata filmnya sangat menyentuh hati saya sebagai pengajar, penuh inspirasi dari seorang guru yang sangat mencintai pekerjaannya dan juga penuh motivasi dari seorang pelajar yang walau gagal menyelesaikan sekolahnya, tapi tetep penuh semangat.

Tapi ada sesuatu yang sangat mengganjal hati saya sebagai matematikawan (ceile….., matematikawan nih ceritanya), saat pertandingan cerdas cermat ada sebuah soal matematika, bilangan apa yang tidak bisa dibagi, kemudian si lintang menjawab dengan bilangan prima….
Astaga……, sejak kapan bilangan prima tidak bisa dibagi ??
Mungkin sutradara tidak melakukan penilitian terlebih sebelumnya sehingga definisi bilangan prima bisa salah begitu, seharusnya bilangan prima adalah bilangan yang hanya habis dibagi oleh satu dan dirinya saja. Mestinya definisi itu tidak sulit kan….

Tapi mau gimana lagi, saya hanya bisa mengelus dada saja, saya tidak habis pikir kenapa badan sensor film tidak memotong adegan itu, bayangkan film ini ditonton sedemikian banyak anak SD, dan pernyataan itu bisa saja melekat banget dibenak mereka akibat dari film yang secara umum mengesankan. Semoga saja orang tua yang mendampingi anak-anak tersebut bisa memberikan pengarahan ke anak-anaknya. Positifnya saya bersama istri menikmati hari itu…….

12 comments on “Laskar Pelangi dimata Matematikawan

  1. Oh ya??ada kalimat itu ya???saya juga g sadar… πŸ˜€

    mungkin badan sensor juga terhipnotis oleh film tu πŸ˜› … tapi dulu ada juga lho iklan yang ngaco dari seorang pesulap..dia ngomong bilangan prima juga (tapi akhirnya kalimat bilangan prima diganti jadi bilangan utama, mungkin gara2 dapet protes,hehehe)…

  2. Hahahaha… Hehehehe… Saya sih ga ngerti banget sama matematika. Sudah lama ninggalin ilmu ntuh. Yang penting bsai tambah2an, kurang2an, pembagian dan perkalian. Maaf ya pak guru. Dan saya pun belum sempat menonton Laskar Pelangi. Mengenai hal itu, maklum sajalah, toh badan sensor film tuh ada bukan utk menyensor hal-hal yang mereka anggap “ga penting” bagi idealisme mereka. emang sih menyakitkan hati, kalau saya di posisi anda, wuih pasti jengkelnya ampun-ampun. Hehehehe… Tapi itulah Indonesia, masih menganggap matematika sebagai barang sakral dan kalau bisa dihindari daripada mumet, toh ga penting juga. Ya, perasaan saya begitu. Semoga salah. Anyway, jangan berkecil hati ya pak Guru. Hehehehe… Semangat!!!

  3. @hnimrot
    wah anda terlalu merendah dgn mengatakan hanya bisa penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian, sy yakin anda bahkan lebih pintar ketimbang bbrp mahasiswa matematika yg sempat sy tulis di blog ini.
    Mengenai film laskar pelangi, menurut sy badan sensor yg kurang sensitif.

  4. wah…bner n2 pak…sy ja smpaT brtaanya-tanya….malahan sy mikir apa jawabanx….hahahha..trus lintang jb yg…n2…

    astaga,,,,,

    y dah pak..badan sensor hanya bs nyensor hal yg berbau negatif…
    bagian yg bersifat ..yah..matematika lah misalx…g da bgt..

    mgkn pemerintah seharusx bwt badn sensor film khusus matematika

    hahahahahahha….

    mentang-mentang neh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s