Enam Ratus Ribu Pengguna Blackberry Telkomsel cuma Make BBnya Buat SMS & Telpon?

13097706171621026812.jpg

Indonesia adalah pasar terbesar BB setelah amrik, ternyata telkomsel merilis masih banyak pelanggannya yang tidak menggunakan semua kemampuan fitur BBnya.

Blackberry BOLD 9900 yang baru saja dilaunch via operator indosat ternyata pembelinya membludak, padahal harganya 6jt rupiah.

http://www.detiknews.com/read/2011/09/17/090002/1724556/727/pelanggan-indosat-antri-membeli-blackberry-bold-9900?9922022

Tapi ternyata, menurut data yang dirilis telkomsel, 600.000 pengguna BB mereka cuma pake BB buat sms dan telpon saja. Itu baru pengguna resmi telkomsel, belum pengguna operator lain dan pengguna tak resmi. Perkiraan saya lebih 1,5juta pengguna BB cuma buat sms dan telpon aja.

http://www.detikinet.com/read/2011/09/09/182321/1719275/328/masih-banyak-yang-pakai-blackberry-untuk-telepon-sms-saja

Nah loh, apakah user BB yang pake cuma nelpon-sms itu hanya beli BB buat gaya doang? Sayang banget kalo begitu…

capture.jpg

Tapi apa salahnya bergaya, hak dia dong, seperti berita dilansir kompas yang mengatakan pembantu rumah tangga juga udah mulai bergaya dengan BBnya.

http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2011/07/04/pembantu-bergaya-dengan-blackberrynya/

Yang penting jangan sampe yang berpendidikan tinggi dan dan panutan anak muda yang tugasnya mendidik generasi muda juga latah beli BB bukan utk mengakses email maupun browsing iptek di hapenya, seperti kisah nyata yg saya alami

https://adit38.wordpress.com/2011/01/18/waa-blackberrynya-keren-abis/

Atau jangan sampai dah kejadian seperti ALAY di kaskus berikut kejadian.

https://adit38.wordpress.com/2011/08/06/ngakak-kisah-alay-dan-hapenya/

Tapi bukan pengguna BB aja loh yang begitu, yg make nokia, android atau iphone banyak yang begitu. Apakah kamu salah satunya?

sumber

cendol sent to b4djul

follow my twitter: adit38

Posted by Wordmobi

62 comments on “Enam Ratus Ribu Pengguna Blackberry Telkomsel cuma Make BBnya Buat SMS & Telpon?

    • bukan gaya dan gengsi,
      tetapi orang tidak ngerti hp… hahahha
      BB tanpa BBM itu ngak ada apa2nya.
      BB itu terkenal karena BBMnya, bukan karena OSnya atau hardwarenya.
      mendingan duitnya beli symbian atau android, lebih bermanfaat.

  1. Betul sekali sayang sekali klw cman pake bb bwat sms. Menurut saya Salah satu kelebihan bb adalah ВВМ® nya. Itu yg sebenarnya membuat orang rela membeli hp berharga mahal…
    Kalau ada BB seperti E90 itu terbaik menurut saya

  2. Untung saya selalu memaksimalkan fitur hape yang saya pakai, saya selalu mencari kelebihan dari suatu hape, say no buat gengsi dan say yes buat fitur, hehe

  3. cukup pakai nokia E63,
    Tapi tampilan ga kalah canggih ama smarphone lain..
    Vhome bwt homescreen, ttpod dan 360 ting bwt pemutar musik, coreplayer bwt multimedia, fontrouter bwt rubah font, vbag dan n-gage bwt maen game….
    Itu saja bwt pemilik bb pada diem…
    Padahal masih banyak aplikasi keren milik symbian….
    Dan lagi kualitas sound, entah loundspeaker nya dan output headsetnya sama sama buruk….

    Hp JAVA paling mahal ya itu…

  4. Ping-balik: Paket Full Blackberry XL Sekarang 49rb/30hari | Sementara Paling Murah | Coretan Adit38 (dan Galaktus)

  5. haha..ngakak sy!
    Org2 beli BB ternyata cm gaya2an ala alay.. (update status pke BB kan lbh keren)
    haha..
    Msh unggul SE M600i sy dunk, dihack apa aja bisa, wlau 6thn masih tangguh!

  6. Mas adit,

    perlu update data nih.
    sebenernya, Indonesia sekarang adalah pembeli BB TERBESAR di dunia.
    bukan ke dua terbesar, melainkan yang terbesar sesuai dengan data financial report RIM yang baru dirilis beberapa hari yang lalu.

    perlu saya tambahkan juga, bagi kawan2 yang pengen beli BB playbook. BB playbook ternyata produk gagal. dalam 3 bulan HANYA terjual 200ribu unit di seluruh dunia. 200ribu bukan berarti 200 ribu orang beli. karena disinyalir 80% dari 200ribu unit tersebut masih berada di toko2 yang jual (stok mati). Jadi bagi kawan2 yang mau beli BB playbook hati2. sumber dari web tentang BB finansial report… liat GSM arena atau phone arena, atau search aja di google.

    • maaf,
      tambahan lagi…
      tadi ke pencet…

      indonesia menjadi yang pertama, bukan karena terjadi peningkatan penjualan di indonesia, tetapi karena di america, eropa dan di mana2 trend BB munurun dasyat, dikarenakan sekarang orang lebih memilih hp yang lebih multimedia oriented (android, symbian, ios).

      hal ini dikarenakan hal2 yang jaman dahula kala hanya bisa dilakukan BB dengan BBMnya, sekarang itu sudah ada disemua hp. bisa dengan nimbuz, what’sapp, chaton, dll. dan karena BBM tidak cross platform, dan orang sudah meninggalkan BB, artinya mau BBM dengan teman yang dulunya punya BB sudah tidak bisa. karena temen2 sudah tidak bisa BBM dan lari ke yang lain, otomatis pengguna BB yang setia juga ikut pindah, karena ngak mau pake barang yang cuma untuk chatting. ini menjadi domino effect BB (search di google tentang death of BB).

      nah, karena di indonesia banyak orang lintah…. eh…. latah…. pake BB cuma untuk telpon,sms doank… di indonesia trend bb belom menurun… jadi BB sekarang nomor 1 penjualannya di indonesia.

      tetapi ini ngak bakal lama, karena sekarang pemegang saham bb sudah mulai gerah lihat bb hancur, maka itu tinggal tunggu tanggal mainnya media indonesia akan memberitakan kematian bb, dan tiba2 penjualan di indonesia juga kolaps.

      • tambahan lagi…

        jadi buat mentri kita yang lagi perang urat syaraf ama bb, tidak perlu ngotot2an. karena sekarang ini para pemegang saham bb lagi memaksa bb tutup produksi handphonenya dan focus di mana yang membuat bb menjadi jaya…. yaitu BBM.

        dengan cara….
        membuat BBM untuk android, iOS, symbian, WP7.
        jadinya tidak buat hp,
        tetapi cuma jualan software BBM dan internet melalui provider aja.
        dengan ini diharapkan kelebihan BB saat ini yaitu BBM tidak hilang/sirna karena sudah banyak pilihan.

        dan ini tidak akan lama lagi loh.
        karena bila pada nov/dec tahun ini RIM tidak bertindak, disinyalir tahun depan bulan feb/maret mereka sudah kehabisan duit.
        (baca search di internet mengenai stok bb di rim meningkat dasyat karena barang tidak laku).

        • nice info gan…. Indonesia pasar empuk buat negeri sebrang. Ane sih udah nggak update sama hape canggih, maklum, makin hari umur makin bertambah. Ane kepikiran bangsa ini kenapa cuma jadi bangsa konsumtif, dan keuntungannya cuma buat bangsa luar. hape buatan luar, motor / mobil buatan luar, kalo nggak buatan luar gengsi ah. Kalo begini terus kapan majunya negeri ini.

          • Benar mas.
            Strategi silent takeover (pinjam bahasanya Noreena Hertz). Selama ini kita terus di hegemoni ma produk2 luar. Konsep Neo Liberalism dengan atribut globalisasi secara tidak langsung membentuk pola penjajahan terselubung. bisa dikatakan imperialism gaya baru. Senjata utamanya adalah iklan (bentuk tirani visualitas). Tidak hanya pada wilayah teknologi tapi pada semua cakupan. Akhirnya yang terjadi adalah Capital Flight seperti yang dilakukan oleh freeport, Newmont, etc. Yang dirugikan jelas negara kita.

            *kok jadi ngomongin freeport di forum ponsel yak. Wkwkwk
            sorry mas adit. Jadi ootver (pinjam bahasanya Noreena Hertz). Selama ini kita terus di hegemoni ma produk2 luar. Konsep Neo Liberalism dengan atribut globalisasi secara tidak langsung membentuk pola penjajahan terselubung. bisa dikatakan imperialism gaya baru. Senjata utamanya adalah iklan (bentuk tirani visualitas). Tidak hanya pada wilayah teknologi tapi pada semua cakupan. Akhirnya yang terjadi adalah Capital Flight seperti yang dilakukan oleh freeport, Newmont, etc. Yang dirugikan jelas negara kita.

            *kok jadi ngomongin freeport di forum ponsel yak. Wkwkwk
            sorry mas adit. Jadi oot

            • saya setuju/ngak setuju/tepat/kurang tepat terhadap anggapan tersebut.

              pertama, saya setuju bila mana bangsa indonesia cinta barang buatan dalam negri. karena membeli produk asing artinya melarikan devisa (DUIT) ke negara orang lain yang hasilnya di pakai bukan untuk kemakmuran bangsa indonesia.

              akan tetapi, saya PALING BENCI dengan cinta dibohongin bangsa sendiri. maksudnya…. liat iklan pertamina? pake pelumas pertamina, “kita untung, bangsa untung”. Kalau pertamina benar2 bersih, iya benar, kita untung, bangsa untung, tetapi masalahnya oknum/kecoa di dalam pertamina itu yang dapat hasilnya. bukan rakyat indonesia. (ini dengan mempercayai bahwa korupsi di pertamina sudah level gila). maka dari itu saya cinta produk negri sendiri, tetapi tidak cinta pelumas pertamina.

              dalam context cell phone, saya mencintai nokia karena nokia lebih peduli terhadap segala hal. misalnya, nokia TIDAK MAU menggunakan bahan yang berasal dari daerah konflik. sebagai contoh, tidak akan membeli component yang asal nya dari pertambangan yang nasib buruhnya jelek. jadi kalau jual component ke nokia, nokia akan usut satu persatu pabriknya. sampai ke akar (pertambangannya). lain halnya dengan apple, yang tidak peduli nasib buruhnya. bagi saya, saya mendukung nokia, sama seperti saya mendukung agar buruh2 tersebut diperlakukan baik. saya tidak mau mendukung merek, yang membuat buruhnya sengsara, karena saya berasa seperti saya sendiri yang menyiksa buruh tersebut.

              mengenai masalah bangsa kita yang sangat ketinggalan sehingga teknologi apapun beli dari luar, maaf sekali kalau jawaban saya sepertinya akan keras sekali. pertama2, kita ini dengan bangsa asing bersaing. kita tidak bisa bermalas-malasan tidur2an, dan berharap saingan kita juga sama. saya akan ambil contoh negara asia lainnya. jepang, kalah perang, hancur lebur, hirosima, nagasaki. tetapi dengan kerja keras, dan dedikasi tinggi, bisa sampai jadi hebat sekali. vietnam, 10-15 tahun yang lalu sepertinya 2 generasi di belakang indonesia, sekarang?? sudah sama hebatnya dengan indonesia? china, 20 tahun yang lalu kalau kesono akan bilang, negara jelek. indonesia lebih maju jauh. sekarang? lebih baik jauh….. Nah… ini lagi…. maaf… ya…. bener2 maaf… saya tidak bermasuk menyinggung. saya tau pesantren cukup populer untuk kalangan tertentu. tetapi pesantren tidak akan menjadikan bangsa indonesia sebagai bangsa yang akan bisa bersaing di masa yang akan datang. kalau bangsa kita bisanya sembayang doank, saya yakin, indonesia pasti hancur. lebih baik semua pesantren di tutup, dan dari pada bangsa kita di ajarkan focus pada sembayang, pasrah, anugrah tuhan, lebih baik di ajarkan ilmu2 yang lebih berguna dari pada menilai bangsa asing menjajah melalui ekonomi segala macam….

              dan mas zalxd85,
              saya antara setuju/tidak setuju bahwa bangsa asing menjajah indonesia dlsb dengan ekonomi. setuju karena ada beberapa yang benar, tetapi tidak sepenuhnya benar, dan hanya akan memberikan sentiment negatif yang tidak membangun. seperti yang saya katakan di atas, cinta produck negri sendiri, ok, cinta buta,… (terhadap pertamina)… no way?? asing, tapi baik…. (nokia) …. welcome… asing, tetapi beringas (apple), no way.

              • Masalah pesantren yah gak juga seperti itu. Kan indonesia negara yang menjunjung tinggi agama. Seperti yang terdapat dalam pasal 29. Gak bisa juga di genaralisir kalo kebobrokan bangsa disebabkan oleh fanatisme dalam beribadah (karl marx : agama adalah candu). Saya rasa konsep agama baik islam maupun non islam, memiliki 2 prinsip. Satu yang bersifat vertikal (Tuhan-Individu)/ibadah individualistik, dan yang lain bersifat horizontal (individu-individu)/ibadah sosial. Memang agama selalu diposisikan secara “face to face” dengan ilmu pengetahuan. Semenjak jargonnya Rene Deskartes (cogito orgosum) pada masa renaisance sampai ke zaman marxisme-leninisme (sosialis/komunis) agama selalu diposisikan dibawah science, sehingga mengakibatkan munculnya sistem pemerintahan sekuler yang tidak berakhlak dan beretika. Saya rasa sampai disini saja. Karena jika diteruskan secara mendetail akan sangat panjang.

                Masalah yang kedua.
                Selama ini pemerintah kita hanya sibuk mengawasi fluktuasi IHSG (poin dan persentasenya) dan menganggap enteng sektor ekonomi riil baik formal maupun informal seperti pasar barang. Sebenarnya, naik turunnya investasi tidak mempengaruhi/merugikan perusahaan emiten yang bersangkutan. Bisa saja dana dari sektor keuangan dialihkan ke sektor riil. Sekarang yang menjadi pertanyaannya, seberapa banyak ekspor barang/komoditi negara kita dibanding impor? Coba baca bukunya george sorros tentang krisis kapitalisme global.
                Lagi2 sorry nih mas adit. Udah super oot.

                • saya bukan bilang agama jelek, atau menentang suatu agama.

                  boleh saja orang sekolah pintar + beragama jadi satu. itu bisa terjadi, seperti contoh mahatma gandhi (india), ibu teresha (india)

                  cuma saja, saya liat pengajaran di pesantren tidak difocuskan pada ilmu2 yang nanti akan berguna bagi nusa dan bangsa. karena HANYA di ajarkan untuk hal2 di akhirat nanti.

                  sebagai contoh, lulusan pesantren apa bisa jadi kepala bank? atau jadi mentri? bisa kacau negri ini.

                  ganpangnya…. liat jepang, thailand kena tsunami, sebentar sudah balik asal… aceh??? kenapa pulihnya lama??? pernah denger bahwa relawan luar negri yang membantu aceh kecewa dengan gaya rakyat aceh??? di bantu masakin makanan, piring kotor berserakan, tidak mau bantuin beresin, seperti makan di restoran…. bangkai manusia?? tidak mau bantuin beresein, padahal itu daerah mereka sendiri…. mau bantu asal di bayar…. inikan didikan terbaik pesantren??? (aceh sangat islam sekali dibandingkan kota lainnya di indonesia). kenapa sepertinya lulusan sekolah negri lebih baik aklhaknya dibandingkan dengan yang digembleng akhlaknya???

                  sebenernya indonesia bertanah subur seperti thailand. kenapa sih kita harus focus ributin bb?? liat thailand, pemerintah SANGAT FOCUS pada pertanian, al hasil, hasil pertanian thailand sangat baik.

                  bahkan negara adijaya seperti america sekali pun focus pada pertaniannya (jagung dan barley, jeruk, apel). Ingris sangat focus pada petani gula mereka (sugar bit, bukan tebu ya, gula mereka beda).

                  • Udah ah. No coment yah masalah agama. Coz Bukan forumnya. Di kembalikan aja ke pribadi masing2.

                    Saya rasa Pemerintah kita gak bisa lepas dari intervensi asing. Kasus di Amerika dan negara2 maju lainnya jelas sektor pertaniannya mendapatkan injeksi dana segar serta subsidi dari pemerintahnya. Hal ini berbanding terbalik dengan Indonesia.
                    Tekanan politik luar negeri amerika kenegara dunia ketiga (indonesia khususnya) dimana subsidi harus dihilangkan (padahal di amerika subsdi gak diharamkan). Privatisasi diutamakan. Swastanisasi di semua sektor. Bahkan sampai ke aset2 strategis negara (lihat kasus Indosat, Aneka tambang, dll). Kenapa tekanannya seperti itu? Maksudnya agar mereka bisa menginvasi pasar di negara berkembang. Ketika beras lokal mahal, gula lokal melambung (akibat non subsidi pupuk), masuklah komoditi impor yang harganya dibawah dari harga lokal. Akhirnya Petani kita terpuruk.
                    Bagaimana bangsa kita bisa menjadi bangsa yang pintar sedangkan pendidikan saja mahal, medical care nya gak becus (Eko Prasetyo : orang miskin dilarang sekolah; orang miskin dilarang sakit; orang miskin tanpa subsidi). Coba kita seperti kuba dimana negara memberikan pendidikan gratis kepada warga negaranya serta memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal (Michael Moore : SICKO). Coba pemerintah kita seperti venezuela dimana pemerintahnya mengambil sikap tegas untuk menasionalisasikan aset2 yang dikelola oleh swasta asing.
                    Perlu dicatat bahwa swasta asing memiliki modal yang besar dibanding pengusaha2 lokal kita.
                    Jadi ketika kran globalisasi dibuka, maka kita (warga indonesia) hanya akan menjadi penonton saja.
                    Sorry nih mas symbianfor, Coba dilihat dulu secara kritis. Dari komen2nya, paradigma mas sangat naif/pada kulit luarnya saja.forumnya. Di kembalikan aja ke pribadi masing2.

                    Saya rasa Pemerintah kita gak bisa lepas dari intervensi asing. Kasus di Amerika dan negara2 maju lainnya jelas sektor pertaniannya mendapatkan injeksi dana segar serta subsidi dari pemerintahnya. Hal ini berbanding terbalik dengan Indonesia.
                    Tekanan politik luar negeri amerika kenegara dunia ketiga (indonesia khususnya) dimana subsidi harus dihilangkan (padahal di amerika subsdi gak diharamkan). Privatisasi diutamakan. Swastanisasi di semua sektor. Bahkan sampai ke aset2 strategis negara (lihat kasus Indosat, Aneka tambang, dll). Kenapa tekanannya seperti itu? Maksudnya agar mereka bisa menginvasi pasar di negara berkembang. Ketika beras lokal mahal, gula lokal melambung (akibat non subsidi pupuk), masuklah komoditi impor yang harganya dibawah dari harga lokal. Akhirnya Petani kita terpuruk.
                    Bagaimana bangsa kita bisa menjadi bangsa yang pintar sedangkan pendidikan saja mahal, medical care nya gak becus (Eko Prasetyo : orang miskin dilarang sekolah; orang miskin dilarang sakit; orang miskin tanpa subsidi). Coba kita seperti kuba dimana negara memberikan pendidikan gratis kepada warga negaranya serta memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal (Michael Moore : SICKO). Coba pemerintah kita seperti venezuela dimana pemerintahnya mengambil sikap tegas untuk menasionalisasikan aset2 yang dikelola oleh swasta asing.
                    Perlu dicatat bahwa swasta asing memiliki modal yang besar dibanding pengusaha2 lokal kita.
                    Jadi ketika kran globalisasi dibuka, maka kita (warga indonesia) hanya akan menjadi penonton saja.
                    Sorry nih mas symbianfor, Coba dilihat dulu secara kritis. Dari komen2nya, paradigma mas sangat naif/pada kulit luarnya saja.

              • Loh koq ada bahas pesantrennya? Perasaan ga ada yg komen ttg pesantren. Oya, tambahan dikit, cinta hape buatan indonesia kalo SARnya 100x lipat nokia ya cinta buta, mending beli branded asing yg penting aman dan sehat, drpd demi cinta tapi kena kangker otak.

                • Lho kan yang komen pesantren si mas symbianforever, mas adit. Saya kan cuma menanggapi aja. Sorry mas komen saya dah lari dari topik.
                  Saya juga setuju. Dari dulu sampe sekarang tetap milih nokia. Ngitung2 kasih uang ke ELOP :hammer: 😀 hehehe

            • Jadi bangsa pencontek tidak apa2.
              jepang, korea waktu awal2 juga gitu, tetapi sekarang sudah tidak lagi.
              china juga sama, walaupun sudah mulai mapan sekarang mereka.
              kita boleh aja mulai dengan contak-contek, tetapi sekali mapan, harus berinovasi. jangan seperti ti-phone, nexian berhasil jual 3-4 juta handphone, tetapi tetap ngak berubah cuma tukang OEM.

          • Jangan terlalu berharap mas adit.

            pertama2, google tidak akan memberikan ijin BB taroh app storenya mereka di RIM punya devices. jangankan bb, android yang plain vanila aja ada yang ngak ada android storenya karena kalau mau android store harus bayar licensi ama google.

            kedua, permasalah bb bukan appstorenya yang lesu. permasalahan bb adalah hardware/platform/solution nya tidak menarik lagi untuk jaman skearang. kompetisi semakin berat, dan customer tidak bodoh, mereka mau tau, kalau keluar 2 juta dapet apa, 3 juta dapet apa, 4 juta dapet apa.

            bb bukan terkenal karena hardwarenya, bb terkenal karena chattingnya, jadi dengan menambahkan android app world (andaikata boleh oleh google), juga tidak akan membuat android tiba2 menjadi laku lagi. ini seperti sakit gigi, tetapi pergi ke dokter mata.

            yang harus RIM lakukan adalah merubah platform mereka menjadi multimedia, dan bukan membuat dari awal lagi. contoh, palmOS (webOS), yang di dukung oleh HP aja, bisa ditutup. padahal HP financial power 10-15x RIM. dan expertise (R&D) HP jumlahnya puluhan ribu orang.

            sebagai gambaran, iOS, jumlah orang yang mengerjakan iOS nya aja ada 400 orang. Pernah liat kabar nokia pecat divisi symbian?? berapa orang?? 1000 core programmer??? 1000 orang…. dengan total 5000 programmer (buat aplikasi tambahan, dan tiap devices ada manager nya untuk memastikan kalo ada revisi baru tiap devices treatmentnya maximum). RIM tidak punya duit sebanyak ini. dan karena dari dulu OSnya hanya setara OS S40 nokia, dan aplikasi yang di develop RIM hanya itu2 aja. liat deh, di web, berapa jumlah programmer rim.

            kalau rim tetap bandel pada platform jadul mereka, mereka tidak akan lewat november ini.

        • benar sekali…. E50, E61, E61i dulu tuh bisa BB.

          tetapi kerjasama antara RIM dan nokia menjadi pahit setelah RIM menyatakan hanya ingin menggunakan nokia sebagai batu loncatan saja.
          yaitu memberikan fasiltas seperti BB tapi ngak sebaik di BB dengan tujuan orang coba BB di nokia, lalu seneng dan pindah ke BB/RIM.

          Nokia agak kecewa dengan keputusan RIM yang mau menang sendiri tersebut, padahal nokia sudah buat perjanjian dengan RIM, setiap 1 devices bayar US$5. dan kalau uang yang di dapat dari operator karena penggunaan BB, sepenuhnya di dapat oleh RIM.

          untuk catatan, sampai pada saat ini 11 tahun+ RIM, BB hanya terjual sekitar 60 juta unit. dengan angka penjual graphics exponensial (sudah turun). pada saat BB dan nokia waktu itu buat perjanjian, BB hanya baru menjual antara 20jtan devices, dengan angka penjualan sekitar 3-4juta/tahun. sedangkan nokia waktu itu menjual 180juta E-series tiap tahunnya.

          kalau di itung dari revenue, kalau waktu itu dia menerima nokia benar2 dengan tangan terbuka, bisa mendapat duit 4-5x lipat dari kerjasama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s